One Gerumbul One Product, sebuah Program Unggulan Desa Binangun yang Tertatih-tatih

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Irwan Susanto
Satya Fajar G
Prasetyo Hartanto
Elliza Arvinoviana S.K
Sulthan Abiyyu W

Abstract

Desa Binangun sebuah desa di kabupaten Banyumas memiliki berbagai potensi lokal. Pemerintah desa dan masyarakat berinisiataif untuk melakukan improvisasi pembangunan berbasis potensi lokal yang dinamai program one gerumbul one product (OGOP). Program ini menjadi program unggulan desa yang diharpkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Namun pada kenyataanya program OGOP tidak berjalan sesuai harapan. Tujuan penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan merumusakan solusinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan validasi triangulasi. Hasil identifikasi permasalahan menunjukkan terdapat empat masalah, yang kemudian disusun empat solusi untuk mengatasinya. Hasil analisa dan pembahasan menunjukkan bahwa penyelesaian masalah tidak bisa dilakukan secara parsial, membutuhkan penyelesaian terintegrasi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Susanto, I., Satya Fajar G, Prasetyo Hartanto, Elliza Arvinoviana S.K, & Sulthan Abiyyu W. (2026). One Gerumbul One Product, sebuah Program Unggulan Desa Binangun yang Tertatih-tatih. JURPIKAT, 7(2), 1587-1598. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v7i2.2983

References

Bappenas. (2020). Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Jakarta: Kemendagri.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2020a). Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jakarta: Kemendes PDTT.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2020b). Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Jakarta: Kemendes PDTT.
Kotter, J. P. (2012). Leading change. Boston, MA: Harvard Business Review Press.
Kotter, J. P., & Rathgeber, H. (2016). Our Iceberg Is Melting: Changing and Succeeding Under Any Conditions. New York: Penguin Books.
Moleong, L.J. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rosdakarya
Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and Practice (9th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Rondinelli, D. A., & Cheema, G. S. (2007). Decentralizing governance: Emerging concepts and practices. Brookings Institution Press.
UNDP Indonesia. (2021). SDGs Desa: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Tingkat Desa. Jakarta: UNDP & Kemendes PDTT.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Susanto,I. (2023). Increasing Awareness and Efficacy Regarding Farmer Occupational Safety and Food Safety in the Coconut Sugar Production Process at the Gendis Asri Farmer Group, Pernasidi Village. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 7, Issue:4, 2024; pp: 1995-2005
Susanto,I. (2023b). Akselerasi Revitalisasi Proses Pemasaran Dage Desa Ciberung Menuju Economic Growth and Market Expansion. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 4, Issue:3, 2024; pp: 527-539
Susanto,I. (2023a). Capacity Building of Dage Craftsmen Group Ciberung Village Through Organizational Governance Training. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume: 6, Issue:4, 2024; pp: 4821-4832