Dari Literasi Menuju Aksi: Kolaborasi Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Yogyakarta

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Siti Nur Azizah

Abstract

Stunting merupakan persoalan kesehatan sekaligus tantangan pembangunan manusia yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Gunungkidul dan Sleman dengan melibatkan 80 peserta, terdiri atas anggota PKK, ketua RT dan RW, dukuh, serta ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan ialah kolaboratif-partisipatif dengan pendekatan Quadruple Helix yang melibatkan akademisi, pemerintah dan pemangku kebijakan, penerbit, serta masyarakat. Pelaksanaan kegiatan mencakup koordinasi, identifikasi kebutuhan, edukasi, diskusi, penguatan komitmen, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bedah buku menjadi media edukasi yang komunikatif, memperluas ruang berbagi pengalaman, meningkatkan kesadaran bersama, serta mendorong tindakan nyata dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan melalui sinergi antarpihak yang saling mendukung program.


Kata kunci: Stunting, Literasi Kesehatan, Bedah Buku, Kolaborasi Masyarakat, Quadruple Helix.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Siti Nur Azizah. (2026). Dari Literasi Menuju Aksi: Kolaborasi Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Yogyakarta. JURPIKAT, 7(3), 2339-2350. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v7i3.3404

References

Afonso, Oscar, Sara Monteiro, and Maria Thompson. 2012. “A Growth Model for the Quadruple Helix.” Journal of Business Economics and Management 13(5): 849–65.
Afrizal, Arrasyidin Diva, and Isnaini Rodiyah. 2023. “Implementasi Program Literasi Kesehatan Dalam Penanganan Stunting Di Desa Tambak Kalisogo.” PUBLISIA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik 8(1): 14–23.
Azman, Nik Hadiyan Nik, Salina Kassim, and Adewale Abideen Adeyemi. 2016. “Role of Ar-Rahnu as Micro-Credit Instrument in Achieving Financial Self-Sufficiency among Women Micro-Entrepreneurs.” Intellectual DIscourse 4878(Special Issue): 365–85.
Beal, Ty et al. 2018. “A Review of Child Stunting Determinants in Indonesia.” Maternal and Child Nutrition 14(4): 1–10.
BKKBN. 2022. Analisis Situasi Untuk Percepatan Penurunan Stunting Di DI Yogyakarta. Yogyakarta.
Carayannis, Elias G. et al. 2018. “The Ecosystem as Helix: An Exploratory Theory-Building Study of Regional Co-Opetitive Entrepreneurial Ecosystems as Quadruple/Quintuple Helix Innovation Models.” R and D Management 48(1): 148–62.
Dermawan, Ari, Mahanim Mahanim, and Nurainun Siregar. 2022. “Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Asahan.” Jurnal Bangun Abdimas 1(2): 98–104.
Galvão, Anderson et al. 2017. “A Quadruple Helix Model of Entrepreneurship, Innovation and Stages of Economic Development.” Review of International Business and Strategy 27(2): 261–82.
Haskas, Yusran. 2020. “Gambaran Stunting Di Indonesia: Tinjauan Literatur.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 15(2): 154–57.
Kawatu, Febrina Caren, Jericho D. Pombengi, and Rully Mambo. 2026. “Kolaborasi Governance Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Di Desa Pinamorongan Kabupaten Minahasa Selatan.” Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial 11(11).
de Onis, Mercedes, and Francesco Branca. 2016. “Childhood Stunting: A Global Perspective.” Maternal and Child Nutrition 12: 12–26.
Prendergast, Andrew J., and Jean H. Humphrey. 2014. “The Stunting Syndrome in Developing Countries.” Paediatrics and International Child Health 34(4): 250–65.
Probosiwi, Hardiana, Emy Huriyati, and Djauhar Ismail. 2017. “Stunting Dan Perkembangan Anak Usia 12-60 Bulan Di Kalasan.” Berita Kedokteran Masyarakat 33(11): 559.